Riset

Stres Dikaitkan Dengan Kurang Piknik?

January 25, 2019

Stres Dikaitkan Dengan Kurang Piknik?

Sukma.co — Dalam hidup, banyak sekali permasalahan yang biasanya kita alami. Hanya saja setiap orang berbeda dalam menyikapinya. Jika kita mampumenghadapi, beban menjadi lebih ringan. Sebaliknya, jika tidak mampu menghadapi suatu masalah, maka akan menimbulkan suatu gangguan mental. Dimulai dari stres dan bahkan lebih parah yaitu skizofrenia. 

Kita semua tahu, bahwa stres merupakan suatu keadaan tertekan baik secara fisik maupun psikologis. Stres sendiri merupakan bibit dari segala penyakit. Sumber-sumber psikologis dari stres tidak hanya menurunkan kemampuan kita untuk menyesuaikan diri, tetapi secara tajam juga mempengaruhi kesehatan kita. Banyak, bahkan hampir semua penyakit fisik yang dialami orang yang datang memeriksa diri ke dokter berhubungan dengan stres. Stres juga meningkatkan resiko terkena berbagai jenis penyakit fisik, mulai dari gangguan pencernaan sampai penyakit jantung (Cohen dkk, 1993 dalam buku Psikologi Abnormal oleh Jefrey dkk).

Sering kali dalam hidup, kita berjumpa dengan stres. Namun setiap individu bereaksi secara berbeda dalam menghadapi stres tergantung faktor psikologis seperti bagaimana individu memaknai peristiwa yang menimbulkan stres tersebut. Cara menghadapi stres yang kita alami, bisa melakukan coping stres. Saat ini, banyak sekali studi yang menyebutkan bahwa dengan liburan dapat menurunkan level stres.

Seperti penelitian yang dilakukan oleh Global Commission in Aging, the Transamerica Center for Retirement dan U.S Travel Association mengungkap bahwa 9 dari 10 yang mengalami stres pada level individu dapat berkurang hanya dengan melakukan satu atau dua hari liburan. 90 persen dari mereka juga menunjukkan perubahan positif dalam memandang masalah hidup (sumber cekaja.com).

Studi lain dari Amerika Serikat oleh Mayo Clinic menyebutkan, orang yang bergabung dalam suatu kelompok atau komunitas yang rutin melakukan kegiatan rekreasi mampu menurunkan efek stres. Hal tersebut juga berdampak pada perilaku. Tidak hanya itu saja, Curtin University, Australia, juga menyebutkan bahwa olahraga dan rekreasi mampu menurunkan stres psikologis sebesar 34 persen apabila dilakukan 1-3 kali seminggu. Dan 46 persen bila dilakukan lebih dari empat kali dalam seminggu. (Sumber klikdokter.com).

Akibat dari stres adalah kualitas hidup menjadi turun, kesehatan tergangu, mempercepat penuaan, kerjaan menjadi terbengkalai, dan bahkan menjadi pribadi yang selalu uring-uringan. Maka dari itu, jargon “kurang piknik” sering kali disematkan kepada mereka yang menanggapi sesuatu hal dengan cara kasar atau berlebihan. Sesibuk apapun, sempatkan diri kita untuk meluangkan waktu berlibur. Berlibur tidak harus ke luar kota atau luar negeri. Berlibur pun tidak harus mengeluarkan biaya mahal. Cukup menghabiskan waktu di taman, itu mampu mengurangi level stres. Namun jika memiliki budget lebih, bisa mulai merencanakan liburan ke luar kota bahkan luar negeri.

Ada sebuah pepatah “di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat”. Maka, hindari stres yang berlebih dengan atur sebuah perjalananmu mulai sekarang. Karena dengan berpergian, wawasan akan menjadi luas dan pengalaman pun semakin banyak. Hidup pun menjadi lebih sehat dan bahagia.

Silahkan login di facebook dan berikan komentar Anda!