Sosok

Ingatan Serupa Gajah: Mengenal Yudi Lesmana ‘Sang Grandmaster Memory International’ Asal Indonesia

December 25, 2018

Ingatan Serupa Gajah: Mengenal Yudi Lesmana ‘Sang Grandmaster Memory International’ Asal Indonesia

 

Biografi Yudi Lesmana, praktisi No. 1 di Indonesia dalam bidang daya ingat dan founder Asosiasi Memory Sports Indonesia.

Sukma.co – Tidak berlebihan apabila redaksi Sukma.co menyebutkan bahwa ingatan Yudi Lesmana sang Grandmaster Memory International asal Indonesia ini serupa dengan ingatan sang gajah. Pasalnya sejak dulu hewan gajah telah digunakan sebagai simbol daya ingat di dunia. Hal ini terbukti dengan dijadikannya hewan ini sebagai ikon Memory Championship, sebuah kejuaraan dunia mengingat yang telah berlangsung sejak tahun 1991 silam.

Pria kelahiran Medan, 26 Januari 1988 ini mulai menggeluti teknik mengingat sejak tahun 2002. Saat itu, ia masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Selama sembilan bulan Yudi Lesmana dengan tekun mempelajari teknik mengingat dari suatu pelatihan yang diselenggarakan oleh Dr. Yip Swee Choi, seorang Grandmaster of Memory asal Malaysia. Setahun kemudian setelah melatih daya ingatnya dengan intens, Yudi Lesmana kecil mencoba menantang daya ingatnya melalui ikut berkompetisi dalam kejuaraan olahraga memori di dunia.

Kejuaraan Adu Kuat Soal Daya Ingat yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia pada tahun 2003 merupakan kompetisi daya ingat pertama bagi seorang Yudi Lesmana, dan melalui kompetisi inilah Yudi Lesmana kecil meraih gelar sebagai Grandmaster Memory. Tidak berhenti sampai disitu, di usianya yang masih terbilang muda Yudi Lesmana kembali mengukir prestasi dengan diraihnya dua rekor MURI, yaitu “Pria Indonesia pertama dan termuda (14 tahun) yang mampu mengingat 880 digit angka acak dalam waktu 60 menit” dan “Pria Indonesia pertama dan termuda yang mampu mengingat urutan 11 dek kartu remi yang dikocok dalam waktu 60 menit”. Hingga kini belum ada yang berhasil memecahkan rekor ini di Indonesia, kecuali dirinya sendiri.

Setelah meraih pencapaian luar biasa di tahun 2003, Yudi Lesmana memutuskan untuk vakum berkompetisi dalam kejuaraan daya ingat. Tahun 2006 fokus Yudi Lesmana pun sepenuhnya tertuju pada dunia pendidikan yang membuat dirinya semakin menjauh dari ajang olahraga memori. Pada tahun 2010, setelah lulus dengan meraih gelar sarjana teknik pertambangan dari perguruan tinggi IT, Yudi Lesmana kemudian bekerja di salah satu perusahaan tambang batubara terbesar Asia Tenggara di Kalimantan Timur. Barulah pada tahun 2012 Yudi Lesmana kembali bertanding dalam ajang World Memory Championship di London, Inggris. Keikutsertaannya dalam ajang itu tidak terlepas dari support materi dan moril yang diberikan oleh perusahaan tempatnya bekerja. Di ajang itu Yudi Lesmana beradu dengan 149 peserta lainnya yang merupakan grandmaster dan para juara mengingat dari berbagai negara.

Rekam Jejak Prestasi Yudi Lesmana dalam Olahraga Memori di Kancah Internasional

Melihat perjalanan kesuksesan Yudi Lesmana di dunia mengingat tentu membuat kita bertanya-tanya. Apakah Yudi Lesmana dan para Grandmaster Memory di dunia telah memiliki kemampuan mengingat yang luar biasa sejak mereka lahir? Jawabannya adalah tidak! Yudi Lesmana dan semua Grandmaster Memory di dunia mengembangkan kemampuan mengingat yang luar biasa melalui cara dan teknik latihan yang intens juga benar. Yudi Lesmana telah melatih dan membiasakan teknik mengingat yang dipelajarinya dari sang master Yip Swee Choi untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari. Dirinya senantiasa terlibat dalam aktivitas mental yang menuntutnya untuk mengingat banyak hal melalui teknik-teknik mengingat jitu yang sudah ia kuasai. Hal inilah yang menyebabkan Yudi Lesmana mampu mempertahankan gelarnya sebagai Grandmaster Memory di Indonesia.

Saat ini di bidang daya ingat di Indonesia, Yudi Lesmana berada di peringkat pertama, dan berada pada peringkat 76 di tingkat dunia. Harapan besar seorang Yudi Lesmana adalah mewariskan cara-cara jitu dalam mengingat kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak. Guna mewujudkan harapan ini, Yudi memutuskan menjadi trainer memori yang mengajar tanpa dibayar. Hal ini sudah dilakukan sejak dirinya bekerja di perusahaan tambang di Sangatta, Kalimantan Timur pada tahun 2010. Seusai bekerja Yudi Lesmana menghabiskan waktunya untuk mengajari anak-anak di wilayah Sangatta, bahkan membuat tim untuk olahraga daya ingat.

Buku Karya Yudi Lesmana

Pada 08 April 2014 silam, keseriusan Yudi Lesmana untuk melahirkan generasi muda yang terlatih dalam bidang daya ingat semakin nyata terbukti melalui berdirinya Indonesia Memory Sports Council (IMSC) yang diinisiasi bersama dengan para orangtua anak didik. Lembaga ini secara resmi telah mendapatkan akreditasi dari badan Memory Sports dunia. Lembaga ini bertujuan untuk mengatur dan mengelola kompetisi daya ingat di Indonesia, dan menjadi wadah untuk terciptanya sumber daya manusia yang kompeten dalam mengajar dan melatih anak-anak Indonesia yang potensial di bidang daya ingat, konsentrasi untuk kemudian bisa mengikuti kejuaraan daya ingat di level internasional. Yudi Lesmana juga berharap lembaga ini dapat mendorong popularitas olahraga memori di kalangan masyarakat Indonesia. Yudi Lesmana pun telah menerbitkan beberapa buku sebagai modul untuk mempelajari teknik daya ingat sebagaimana yang dirinya ajarkan kepada murid-muridnya. Melalui buku tersebut, Yudi berharap banyak masyarakat Indonesia yang tertarik mempelajari teknik mengingat secara autodidak ataupun mengikuti pelatihan lanjutan.

Sumber: www.kemdikbud.go.id – Yudi Lesmana Berpose Bersama Anak Didiknya Usai Meraih Kemenangan di Ajang 2nd Korea Open Memory Championship di Seoul (25-26 Agustus 2018)

Usaha Yudi Lesmana untuk melahirkan bibit-bibit unggul atlet muda dalam bidang olahraga memori sudah mulai membuahkan hasil yang gemilang. Dilansir dari situs resmi memorysports.id, tercatat sudah cukup banyak torehan prestasi yang diraih oleh anak-anak didik Yudi Lesmana. Total sebanyak 211 award medals telah dikantongi selama kurun waktu lima tahun terakhir perjalanan lembaga IMSC di dunia olahraga memori, diantaranya ialah raihan 45 medali dalam ajang Singapore Memory Championship 2017, disusul dengan diborongnya medali pada kejuaraan daya ingat 5th Philippino Open Memory Championship pada Juli 2018 lalu. Yang terbaru ialah kemenangan tim Indonesia dalam 2nd Korea Open Memory Championship di Seoul pada 25-26 Agustus 2018. Dalam kejuaraan ini kontingen olahraga memori Indonesia berhasil menempati posisi di urutan ke-2 setelah bersaing dengan 160 pelajar lainnya yang berasal dari berbagai negara.

Sebagai bangsa Indonesia sudah sepatutnya kita bangga memiliki sosok seperti Yudi Lesmana. Yudi Lesmana telah mendedikasikan dirinya untuk berkarya dan memasyarakatkan metode daya ingat efektif agar dapat diaplikasikan oleh berbagai pihak dalam kegiatan sehari-hari, proses belajar, maupun kompetisi. Lewat sosok Yudi Lesmana sepenuhnya kita diajak belajar bahwa kesuksesan dalam bidang apapun-dalam hal ini ialah mengingat-tidak mustahil untuk diraih apabila kita memiliki motivasi dan upaya yang konsisten dalam belajar, berlatih, dan kemudian berbagi ilmu kepada orang lain. Jadi tunggu apalagi, mari segera berkarya dan raih suksesmu sekarang juga!

Desainer Infografis: Maulana Arif Muhibbin

Silahkan login di facebook dan berikan komentar Anda!