Kolumnis Opini Psikologi Populer Sukma

Cantik di Era 4.0

November 10, 2019

Cantik di Era 4.0

Beberapa tahun terakhir saya menyadari bahwa para wanita memiliki perhatian yang lebih akan penampilan fisiknya. Memiliki penampilan fisik yang menarik, cantik, serta bentuk tubuh ideal nampaknya telah menjadi tujuan tersendiri bagi sebagian wanita. Maka tak heran bila kita seringkali menemui wanita-wanita yang menunjukkan berbagai macam koleksi skincare dan make up yang digunakan hingga menampilkan outfit of the day (OOTD) terbaiknya dalam postingan media sosial mereka. Berkembangnya era digital dalam revolusi industri 4.0 berdampak pula pada terjadinya revolusi dalam beauty industry, yang mana baik wanita maupun pria keduanya hanya menginginkan penampilan yang menarik. Hadirnya media sosial bukan hanya menciptakan social network, lebih dari itu media sosial turut membentuk social beauty. Pada era ini, standar kecantikan ditentukan oleh perkembangan dan opini yang ada di media sosial. Sehingga eksistensi menjadi tujuan utama seseorang untuk mempercantik diri.

Hadirnya beauty influencer yang mewarnai berbagai media sosial dianggap sebagai tokoh yang memberikan pengaruh yang cukup kuat bagi wanita dalam menentukan penampilannya. Para beauty influencer ini memiliki jumlah pengikut atau followers yang cukup banyak dalam setiap media sosialnya. Sebut saja Tasya Farasya yang memiliki subscribers 2,79 juta di Youtube dan 2,6 juta followers di Instagram, Nanda Arsyinta dengan subscribers 1,41 juta di Youtube dan 1,5 juta followers di Instagram, Suhay Salim dengan subscribers 1,17 juta di Youtube dan 600 ribu followers di Instagram, atau Dwi Handayani Syah Putri yang memiliki followers 1 juta di Instagram. Karenanya dalam setiap postingan yang diunggah dalam media sosialnya, beauty influencer dapat dengan mudahnya memperoleh ribuan hingga jutaan like, komentar, dan viewers.

Beberapa konten para beauty influencer yang banyak diminati oleh masyarakat diantaranya mengulas berbagai macam produk-produk kecantikan, memberikan tutorial make up bagi wanita, referensi produk kecantikan terbaik versi beauty influencer, hingga mix and match dalam memilih pakaian. Hal ini memberikan kemudahan bagi para wanita untuk mendapatkan pilihan produk skincare, make up, serta gaya busana terbaik. Cukup kunjungi laman Instagram Mega Iskanti jika Anda sedang mencari referensi busana beserta make up bagi wanita berhijab, Marsha Aruan jika Anda menyukai penampilan yang simple dan trendy, atau tonton vlognya Tasya Farasya jika Anda ingin mencari referensi make up sederhana, cetar membahana, produk skincare ataupun make up terbaik, hingga produk make up dan skincare yang sesuai kantong anak kos.

Era digitalisasi memang memberikan kemudahan bagi para wanita dalam memperoleh referensi akan fashion style-nya, akan tetapi hal ini memberikan dampak bagi wanita untuk memiliki tubuh yang sesuai dengan standar kecantikan pada media sosial. Cobalah tengok para influencer yang memiliki banyak followers di Instagram mereka pastilah memiliki kulit putih, glowing, tubuh langsing, wajah mulus, tubuh proporsional, dan kulit kencang. Hal inilah yang kemudian menjadi standar kecantikan wanita masa kini, sehingga banyak wanita yang berlomba-lomba untuk mencapai standar kecantikan ini dengan harapan apabila mereka dapat memenuhi standar kecantikan ini maka ia akan diterima oleh masyarakat.

Namun perlu diingat bahwa seberapa keras wanita berusaha untuk dapat menampilkan versi terbaik dirinya agar sesuai dengan ekspektasi masyarakat, hal ini akan sia-sia karena pada dasarnya manusia tidak akan pernah puas. Pun masyarakat akan selalu melihat kekurangan, dan tidak akan pernah berhenti untuk menghujat setiap kekurangan yang ada.

Hal ini akan semakin rumit manakala setiap orang membandingkan diri mereka dengan apa yang dilihat dalam media sosial. Ini menjadi sangat memungkinkan bila kita menjadikan media sosial sebagai role model dalam menentukan standar kecantikan, fashion style, dan lifestyle yang kita anut.

Karenanya perlu bersikap bijak dalam menggunakan dan menyikapi media sosial, sebab sejatinya realita yang ditampilkan dalam media sosial tidak semuanya benar dan membawa kebaikan bagi pengikutnya. Selain itu pemahaman diri yang baik dapat membentengi diri untuk tidak mudah terpengaruh akan standar kecantikan yang ada.

Silahkan login di facebook dan berikan komentar Anda!