Parenting

Mengajarkan Anak Tentang Belajar Menerima Kekalahan

May 29, 2019

Mengajarkan Anak Tentang Belajar Menerima Kekalahan

Gambar Ilustrasi di unduh dari media.suara.com

Sukma.co – Memang sejatinya sebagai orang tua itu ingin anaknya selalu menjadi juara atau berprestasi. Baik dari segi akademik maupun non akademik. Namun, jika sudah mengusahakan penuh dan hasilnya belum sesuai ekspektasi, sebagai orang tua tetap mengajarkan bahwa kekalahan bukan hal yang perlu dijadikan beban. Tapi, sering kali sifat ambisius dari orang tua mengakibatkan beban mental bagi sang anak. Jika anak mengikuti sebuah kompetisi dan dia kalah, anak akan terlihat lebih takut dan kecewa. Takut akan dimarahi dan mengecewakan orang tua. Akibat kedepannya, anak akan melakukan segala cara agar dia selalu menang dalam berbagai kompetisi yang di ikuti agar terhindar dari sebuah kekalahan.

Jadi sebagai orang tua, perlu sekali menanamkan sikap keikhlasan baik pada diri sendiri dan juga kepada sang anak. Tugas orang tua pun mendampingi anak mulai dari sang anak berproses hingga mendapatkan hasil. Jika menang, orang tua akan mengeluh-eluhkan sang anak dan apabila kalah, maka disitulah peran orang tua untuk selalu mengajarkan kepada anak agar belajar menerima kekalahan dan berjiwa besar serta mampu mengatasi kekalahan tersebut.

Dikutip dari Kompas, ada 3 alasan mengapa orang tua perlu melatih anak untuk menerima kekalahan dan harus dilakukan sejak dini, berikut ulasannya:

Kita tak selalu bisa mendapatkan apa yang di inginkan

Berusaha maksimal untuk mendapatkan apa yang kita inginkan memang sah sah saja. Namun, kita juga perlu menekankan pada anak bahwa hasil terkadang tak sesuai dengan harapan.

Menghargai kesuksesan dengan belajar mengenai kekalahan

Ketika mengalami kekalahan, kita bisa memahami apa itu kesuksesan dan lebih menghargainya.

Ada waktunya kita kalah

Mengajarkan anak menerima kekalahan akan membantu masa depannya. Karenanya akan lebih mudah melatih menerima kekalahan di masa kanak-kanak dengan resiko yang lebih rendah.

Sejak dini, anak sudah belajar untuk bersaing. Baik dalam lingkup keluarga, sekolah atau masyarakat. Apalagi dalam era modern kali ini, anak akan lebih sering bersaing dalam permainan di dalam gadget atau biasa yang disebut game. Sering kali kita mendapati anak marah-marah sendiri atau kesal dengan sendirinya diakibatkan kalah dalam sebuah permainan. Sebelum sang anak melakukan hal-hal curang, maka sebagai orang tua perlu membantu anak untuk menyikapi kekalahan dan kemenangan dengan bijak, berikut di bawah ini:

Mengajarkan anak untuk bermain dalam tim

Bermain dalam tim, mengajarkan anak agar lebih bekerja sama. Baik dalam tenaga maupun perasaan. Jika menang, akan gembira bersama. Jika kalah, akan merasakan kesedihan bersama dan akan saling menguatkan satu per satu.

Mengajarkan anak untuk mengungkapkan perasaannya

Jika kalah, anak boleh melupkan perasaannya bahkan sang anak marah sekalipun. Jika perasaannya sudah membaik, maka orang tua menjelaskan apa yang menjadi penyebab kekalahannya dengan menggunakan kalimat yang sederhana dan jelas.

Mengajarkan anak untuk tidak menggunakan “kambing hitam”

Jika anak menang, orang tua tidak segan-segan untuk mengajarkan apa yang namanya rendah hati. Sering kali kita melihat bahwa anak yang menang dalam permainan, akan selalu menertawakan anak yang kalah dan selalu menggunakan kambing hitam untuk mengejek anak yang kalah.

Mengajarkan anak untuk berjiwa besar

Mengucapkan selamat bukan hanya untuk anak yang menang saja. Anak kalah dalam lomba pun, boleh diberi ucapan selamat sebagai menghargai partisipasinya dan menjaga rasa percaya dirinya. Orang tua pun perlu mengajarkan kepada anak yang kalah untuk mengucapkan selamat kepada anak yang menang.

Mengajarkan anak untuk menghargai prosesnya

Menang dan kalah, apresiasi terbesar adalah saat anak berproses untuk meraih sesuatu tersebut. Mengajarkan anak untuk lebih menghargai proses akan membuat anak tidak gampang besar kepala bagi yang menang. Dan tidak akan merasa amat kecewa bagi anak yang kalah. 

Ucapkan terima kasih

Baik menang atau kalah, beri apresiasi dengan ucapan terima kasih. Terima kasih karena telah berusaha maksimal, terima kasih karena mau bersaing secara sehat, terima kasih karena sudah melakukan dengan baik walaupun hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi. Karena ucapan terima kasih itu bagaikan “magical words”. 

Silahkan login di facebook dan berikan komentar Anda!