Parenting Psikologi Populer

Remaja dan Segala Macam Problematika di Era 4.0

July 31, 2019

Remaja dan Segala Macam Problematika di Era 4.0

Sukma.co – Tidak akan ada habisnya jika kita membicarakan soal remaja. Baik dari segi tingkah laku, karakter, prestasi hingga problematika negatif yang mereka alami. Era 4.0 adalah era milenial yang mana para generasi muda saat ini lebih akrab dengan benda berbentuk persegi panjang. Dengan adanya internet, semuanya bisa di akses. Baik hal positif hingga negative. Di era yang serba modern dan canggih ini, ada yang di usia remaja mereka sudah sangat membanggakan orang tua dengan bakat dan berbagai prestasi mereka, ada banyak! Ada juga di usia menginjak remaja, mereka memilih mengecewakan orang tua karena tingkah lakunya, ada banyak juga. Maka dari itu, para remaja tinggal memilih saja, mau membanggakan orang tua atau malah mengecewakan orang tua?

Menilik dari sifat mereka yang mudah sekali on fire, alih-alih menyelesaikan masalah dengan tangan sendiri malah berujung perkelahian dengan melibatkan banyak hal.

  • Problematika dalam hal pertemanan

Usia remaja adalah usia dimana mereka lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman. Memiliki geng pada usia remaja adalah impian setiap remaja. Mereka akan melakukan apapun agar menjadi anggota salah satu geng baik yang ada di sekolah maupun di luar sekolah. Bagi mereka, memiliki sebuah geng adalah suatu pencapaian yang luar biasa. Karena dengan begitu, mereka akan mudah sekali untuk dikenal banyak orang dan menjadi orang yang di atas angin, jika geng tersebut amat sangat “famous”. Namun dengan usia mereka yang masih terkenal dengan menggebu-nggebu, mereka masih belum tahu pertemanan atau sahabat dalam arti yang sesungguhnya. Memiliki geng hanya untuk “agar dikenali banyak orang” menjadikan maksud tertentu, yang mana dalam setiap anggota satu geng tersebut saling bersaing untuk saling menonjol.

  • Problematika dalam hubungan lawan jenis

Selain ingin memiliki banyak teman, para remaja juga ingin memiliki hubungan yang jelas terhadap lawan jenis. Usia yang juga dikatakan usia merah jambu ini merupakan usia dimana pacar adalah segalanya. Memiliki seseorang yang selalu “memperhatikan”, membuat mereka lebih nyaman dan aman dengan pasangannya. Sehingga batasan-batasan dalam hal berhubungan bersama lawan jenis sering kali dilanggar.

  • Problematika dalam keluarga

Kita tidak bisa menutup mata, jika memang setiap keluarga memiliki sisi gelap. Tidak semua remaja mengerti akan kondisi dalam keluarga. Seringkali mereka protes akan kondisi keluarga yang kurang kondusif dengan mengorbankan diri mereka menuju jalan yang negatif. Dan jalur yang di ambil kebanyakan dari mereka adalah memilih berteman dengan barang-barang yang terlarang atau hidup dengan gaya bebas.

  • Probelamtika dalam penggunaan media sosial

Bukan rahasia lagi jika adanya media sosial, banyak dari kita menjadi lebih kreatif. Semenjak platform Instagram melejit, berbagai influencer mulai bermunculan. Bagus, apalagi mereka yang membawa pengaruh positif bagi para pengikutnya. Begitu pula youtuber mulai menunjukkan kreatifitasnya masing-masing. Itu bagus untuk mereka yang mampu menjadikan dirinya lebih kreatif. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa media sosial sering kali berdampak buruk. Dengan adanya media sosial, informasi apapun bisa di dapatkan. Baik itu baik maupun buruk. Sering kali pula, mereka melakukan apapun agar terlihat lebih keren untuk media sosialnya. Tidak jarang juga, media sosial digunakan untuk ajang perang status atau perang chat yang kemudian berlanjut hingga di kehidupan nyata dan berakhir dengan tawuran hingga pembunuhan.

Masih banyak lagi problematika yang ada dalam usia remaja, apalagi di era teknologi saat ini. Jika kita mampu memberikan suatu analogi atau suatu penjelasan terhadap apa yang mereka buat, mereka akan dengan hati terbuka menerima. Mungkin ada sifat yang saklek, yang tidak bisa di ubah. Tapi dengan adanya pendekatan personal dan analogi yang tanpa menyudutkan mereka, mereka mampu mempertimbangkan. Sesungguhnya di usia remaja seperti mereka, perlu adanya seseorang yang menjadikan pilar atau sandaran untuk memahami segala sifat mereka. 

Silahkan login di facebook dan berikan komentar Anda!